Saya benar-benar seorang perfeksionis, dan saya menyukai sesuatu dengan cara tertentu. Namun seiring bertambahnya usia, menurut saya saya tidak lagi terlalu suka mengontrol.

Saya benar-benar seorang perfeksionis, dan saya menyukai sesuatu dengan cara tertentu. Namun seiring bertambahnya usia, menurut saya saya tidak lagi terlalu suka mengontrol.


(I am definitely a perfectionist, and I do like things a certain way. But as I have got older, I would say that I am a little bit less of a control freak.)

📖 Rachel Zoe

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menawarkan gambaran menarik tentang pertumbuhan pribadi dan kesadaran diri. Perfeksionisme sering kali dapat menjadi motivator sekaligus sumber stres. Ketika seseorang menyadari kecenderungannya terhadap perfeksionisme, hal itu mencerminkan keinginan untuk mencapai keunggulan dan kendali dalam lingkungannya. Namun, kecenderungan seperti itu terkadang dapat menimbulkan kekakuan, interaksi yang menantang, atau ketidakpuasan pribadi ketika segala sesuatunya tidak memenuhi standar yang tinggi.

Seiring bertambahnya usia dan bertambahnya pengalaman hidup, perspektif mereka cenderung berkembang. Pengakuan bahwa kita menjadi "sedikit tidak terlalu suka mengontrol" menunjukkan sebuah perjalanan menuju penerimaan, fleksibilitas, dan mungkin pemahaman bahwa kesempurnaan adalah cita-cita, bukan kenyataan yang bisa dicapai. Pergeseran ini bisa sangat membebaskan, membebaskan individu dari tekanan kendali terus-menerus dan hasil yang sempurna, memungkinkan mereka menikmati ketidaksempurnaan dan ketidakpastian dalam hidup.

Proses penuaan dan refleksi seringkali mengajarkan kesabaran dan kerendahan hati. Menyadari bahwa tidak segala sesuatu dapat atau harus dikelola dengan cermat akan membuka pintu bagi interaksi yang lebih tulus dan mengurangi stres. Ini juga merupakan pandangan optimis terhadap pertumbuhan pribadi, menekankan bahwa perubahan dan perbaikan sedang berlangsung. Meminjam sedikit kendali atau perfeksionisme untuk mengembangkan pandangan yang lebih santai dan toleran dapat menghasilkan hubungan yang lebih sehat, kesehatan mental yang lebih baik, dan kebahagiaan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, menerima ketidaksempurnaan adalah tanda kedewasaan. Ia mengakui keindahan dalam kekurangan dan keaslian dalam standar yang lebih santai. Keseimbangan antara upaya mencapai kualitas dan menerima penyimpangan dari kesempurnaan dapat menumbuhkan cara yang bermakna dan berkelanjutan untuk menavigasi naik turunnya kehidupan yang tak terelakkan.

Page views
119
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.