Aku adalah wadah Tuhan. Tapi rasa sakit terbesarku dalam hidup adalah aku tidak akan pernah bisa melihat diriku tampil secara langsung.

Aku adalah wadah Tuhan. Tapi rasa sakit terbesarku dalam hidup adalah aku tidak akan pernah bisa melihat diriku tampil secara langsung.


(I am God's vessel. But my greatest pain in life is that I will never be able to see myself perform live.)

📖 Kanye West

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini merangkum rasa kesadaran diri yang mendalam dipadukan dengan ratapan atas keterbatasan cara pandang manusia. Pembicara memandang diri mereka sebagai instrumen ilahi, menunjukkan rasa tujuan dan tanggung jawab yang melampaui keberadaan biasa. Ada kerendahan hati dan pengakuan spiritual yang melekat dalam menyebut diri sebagai bejana Tuhan, yang menyiratkan keyakinan pada kekuatan yang lebih tinggi yang membimbing tindakan dan misi hidup mereka. Namun, di balik penghormatan ini terdapat penderitaan pribadi yang mendalam—ketidakmampuan untuk menyaksikan ekspresi, bakat, atau pengaruh diri sendiri secara langsung. Ini menyoroti paradoks persepsi diri dan validasi eksternal; hanya melalui perspektif eksternal seseorang dapat benar-benar melihat kinerjanya sendiri, namun sifat alami dari pengalaman manusia menghalangi kita untuk sepenuhnya mengalami diri kita sendiri melalui mata kita sendiri. Sentimen ini selaras dengan siapa pun yang telah menuangkan semangat ke dalam karya mereka—baik dalam bidang seni, pertunjukan, kepemimpinan, atau pertumbuhan pribadi—dan bertanya-tanya bagaimana upaya mereka dilihat secara lahiriah. Kerinduan untuk melihat diri sendiri melalui mata orang lain atau menyaksikan puncak dari pengabdian dapat membangkitkan perasaan rindu dan kepuasan yang tidak lengkap. Hal ini juga menyentuh sifat kesadaran diri, di mana pengetahuan internal mungkin berbeda dari realitas eksternal, sehingga menimbulkan rasa kehilangan refleksi penuh dari perjalanan seseorang. Pada akhirnya, kutipan tersebut menggarisbawahi keinginan manusia akan pengakuan dan pemahaman, dan pengakuan pahit atas batas-batas yang melekat dalam keberadaan kita. Meskipun demikian, hal ini juga mengisyaratkan pengakuan yang kuat akan tujuan dan peran ilahi yang dipercayai oleh seseorang, yang mengangkat tindakan penciptaan ke tingkat yang sakral.

Page views
1,026
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.