Aku tidak makan daging tukang daging, hanya makan buah-buahan, sayuran, dan ikan, dan tidak pernah minum segelas minuman beralkohol atau anggur sampai hari pernikahanku. Hal ini saya kaitkan dengan kesehatan saya yang selalu baik, daya tahan, dan konstitusi besi.
(I ate no butcher's meat, lived chiefly on fruits, vegetables, and fish, and never drank a glass of spirits or wine until my wedding day. To this I attribute my continual good health, endurance, and an iron constitution.)
Kutipan dari John James Audubon ini menawarkan wawasan menarik tentang peran penting pilihan pola makan dan gaya hidup dalam menjaga kesehatan dan vitalitas seseorang. Pendekatan disiplin Audubon terhadap nutrisi—menghindari daging dari tukang daging dan memilih buah-buahan, sayuran, dan ikan—mencerminkan pengakuan awal akan manfaat pola makan yang kaya akan makanan nabati alami yang dilengkapi dengan protein tanpa lemak. Pantangannya dari alkohol hingga peristiwa penting dalam hidup semakin menggarisbawahi upaya yang disengaja untuk menjaga kesejahteraan fisiknya.
Sungguh menakjubkan bagaimana Audubon mengaitkan "kesehatan, daya tahan, dan kandungan zat besi yang baik" secara langsung dengan kebiasaan makannya. Pernyataan seperti itu mengundang refleksi terhadap pola makan modern kita, yang sering kali lebih mengutamakan makanan ringan dan makanan olahan dibandingkan pilihan alami dan sehat. Pengalaman Audubon menunjukkan bahwa pilihan yang bijaksana dan konsisten terhadap apa yang kita konsumsi dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Selain itu, kutipan tersebut secara halus menyoroti pentingnya moderasi dan pengendalian diri. Kegemarannya yang pertama terhadap minuman beralkohol dan anggur bertepatan dengan sebuah tonggak sejarah—hari pernikahannya—yang menyiratkan perayaan tanpa berlebihan. Pola pikir yang seimbang ini dapat menjadi elemen kunci dalam menjaga kesehatan fisik dan kenikmatan sosial.
Dalam arti yang lebih luas, kutipan ini berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa kesejahteraan sering kali merupakan hasil dari keputusan kumulatif sehari-hari, bukan perbaikan sementara. Hal ini menantang kita untuk mempertimbangkan bagaimana kebiasaan makan dan minum kita tidak hanya mempengaruhi kepuasan langsung kita tetapi juga kualitas hidup kita dalam jangka panjang. Refleksi John James Audubon dari berabad-abad yang lalu masih relevan hingga saat ini, mendorong pendekatan holistik dan intensional terhadap kesehatan.