Saya makan berton-ton, tiga kali sehari, dan saya tidak pernah pergi ke gym. Ketika saya masih kecil, guru geografi saya berkata, 'Kamu mungkin langsing sekarang, tetapi jika kamu terus makan seperti itu, kamu akan menjadi sangat gemuk.' Untungnya, menurutku aku tidak banyak berubah dalam dua dekade terakhir, jadi guru itu idiot.

Saya makan berton-ton, tiga kali sehari, dan saya tidak pernah pergi ke gym. Ketika saya masih kecil, guru geografi saya berkata, 'Kamu mungkin langsing sekarang, tetapi jika kamu terus makan seperti itu, kamu akan menjadi sangat gemuk.' Untungnya, menurutku aku tidak banyak berubah dalam dua dekade terakhir, jadi guru itu idiot.


(I eat tons, three full meals a day, and I never go to the gym. When I was a child, my geography teacher said, 'You may be slim now but if you carry on eating like that, you'll end up being really fat.' Fortunately, I really don't think I've changed much in the past two decades, so that teacher was an idiot.)

📖 Gina Bellman


(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan lucu menyentuh kesalahpahaman umum seputar diet, berat badan, dan kesehatan. Hal ini menantang stereotip bahwa makan banyak pasti akan menyebabkan bertambahnya berat badan, yang merupakan sesuatu yang banyak dihakimi oleh banyak orang. Keyakinan narator terhadap tubuhnya sendiri—yang tetap terjaga meski makan dalam porsi besar dan tidak mengunjungi gym—menimbulkan pertanyaan tentang cara kita memandang kesehatan dan penampilan fisik. Hal ini mengundang refleksi mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi berat badan dan kesejahteraan seseorang, seperti metabolisme, genetika, gaya hidup, dan mungkin keakuratan nasihat kesehatan yang umum diberikan. Selain itu, penolakan terang-terangan penulis terhadap prediksi guru tersebut menunjukkan pembangkangan lucu yang bergema di benak siapa pun yang dinilai secara tidak adil atau dikesampingkan berdasarkan penampilan atau asumsi sederhana. Hal ini juga mengkritisi bagaimana terkadang figur otoritas, seperti guru, dapat membuat pernyataan yang tidak beralasan dan tidak mempertimbangkan perbedaan individu. Selain humor, hal ini juga menyoroti pentingnya untuk tidak menginternalisasi komentar negatif dan menjaga kepercayaan diri meskipun dikritik. Kutipan tersebut mendorong kita untuk mempertanyakan validitas prediksi kesehatan yang tidak diminta dan untuk menghargai perbedaan unik dalam cara tubuh kita berfungsi. Pada akhirnya, hal ini menunjukkan contoh menarik tentang ketahanan pribadi dan nilai penerimaan diri dalam menghadapi ekspektasi masyarakat.

Page views
50
Pembaruan
Mei 30, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.