Saya telah membuat musik yang dimaksudkan untuk menjadi seperti lukisan, dalam artian bersifat lingkungan, tanpa narasi biasa dan kualitas episodik yang biasanya dimiliki musik. Saya menyebutnya 'musik ambient'. Namun pada saat yang sama saya mencoba membuat seni visual menjadi lebih seperti musik, yang mengubah cara musik berubah.

Saya telah membuat musik yang dimaksudkan untuk menjadi seperti lukisan, dalam artian bersifat lingkungan, tanpa narasi biasa dan kualitas episodik yang biasanya dimiliki musik. Saya menyebutnya 'musik ambient'. Namun pada saat yang sama saya mencoba membuat seni visual menjadi lebih seperti musik, yang mengubah cara musik berubah.


(I'd been making music that was intended to be like painting, in the sense that it's environmental, without the customary narrative and episodic quality that music normally has. I called this 'ambient music.' But at the same time I was trying to make visual art become more like music, in that it changed the way that music changes.)

📖 Brian Eno

🌍 Inggris  |  👨‍💼 Pemusik

(0 Ulasan)

Refleksi Brian Eno menawarkan wawasan mendalam mengenai filosofi artistiknya, menyoroti keinginannya untuk melampaui batas-batas tradisional antara berbagai bentuk seni. Pendekatannya dalam membuat musik ambien menekankan penciptaan lanskap suara yang berfungsi sebagai lingkungan, bukan narasi linier, sehingga mengundang pendengar untuk merasakan musik sebagai pengalaman yang mendalam dan berkelanjutan. Pola pikir ini sejalan dengan gagasan seni sebagai kehadiran ambien—sesuatu yang selalu ada, secara halus memengaruhi dan membentuk persepsi tanpa mendominasi penceritaan yang eksplisit. Pada saat yang sama, Eno bermimpi untuk memadukan seni visual dengan kualitas musik, menjadikan pengalaman visual lebih dinamis dan lancar, serupa dengan bagaimana musik berkembang seiring waktu. Penyerbukan silang ini mengaburkan batas antar medium, menumbuhkan lingkungan artistik yang lebih holistik di mana berbagai indra dan persepsi saling memengaruhi dan memperkuat satu sama lain. Hal ini menantang gagasan konvensional tentang perkembangan naratif dan episodik yang sering kali mendefinisikan karya seni, dan malah menganjurkan mode eksistensi seni yang lebih organik dan ambien. Pendekatan seperti ini mendorong seniman dan penonton untuk menerima ambiguitas, proses, dan kehalusan, mengakui pentingnya suasana dan persepsi dibandingkan dekorasi atau penceritaan langsung. Ide-ide Eno mendorong batas-batas cara kita memahami hubungan antara musik, seni visual, dan lingkungan, menginspirasi banyak seniman untuk mengembangkan karya yang mendalam, berkembang, dan sedikit berpengaruh, menekankan peran seni sebagai pengalaman partisipatif dan integratif.

Page views
27
Pembaruan
Juli 19, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.