Saya mendapatkan kecintaan saya pada binatang dari buku Dr. Doolittle dan kecintaan saya pada Afrika dari novel Tarzan. Saya ingat ibu saya mengajak saya menonton film Tarzan pertama, yang dibintangi Johnny Weissmuller, dan menangis. Itu sama sekali tidak seperti yang kubayangkan.
(I got my love of animals from the Dr. Doolittle books and my love of Africa from the Tarzan novels. I remember my mum taking me to the first Tarzan film, which starred Johnny Weissmuller, and bursting into tears. It wasn't what I had imagined at all.)
Kutipan ini dengan indah menggambarkan bagaimana cerita masa kecil dan media dapat membentuk pemahaman dan emosi kita terhadap alam. Kepolosan dan imajinasi awal pembicara terlihat jelas saat mereka meromantisasi petualangan dan keindahan liar Afrika dan hewan, hanya untuk menemui kekecewaan ketika kenyataan tidak sesuai dengan fantasi mereka. Hal ini mengingatkan kita akan kepolosan masa kanak-kanak dan bagaimana persepsi kita sering kali diidealkan sebelum pengalaman nyata mengungkap kebenaran yang berbeda. Refleksi semacam itu dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap keaslian dan mendorong pandangan yang lebih berbeda mengenai dunia di sekitar kita.