Saya tumbuh dengan perasaan tidak bersuara dan tidak berdaya sebagai seorang anak. Saya beralih ke buku - khususnya buku fantasi - untuk memberi saya kenyamanan. Ketika saya tumbuh dewasa, saya menyadari bahwa saya dapat menemukan kekuatan dan suara itu jika saya mulai menulis.
(I grew up feeling voiceless and powerless as a kid. I turned to books - fantasy books in particular - to give me comfort. As I grew up, I realized I could find that sense of power and voice if I simply started writing.)
Kutipan ini menyoroti kekuatan transformatif dari bercerita dan pemberdayaan diri. Hal ini mencerminkan bagaimana sastra, khususnya fantasi, dapat berfungsi sebagai pelarian sekaligus sumber kekuatan bagi mereka yang merasa tidak didengar atau tidak berdaya. Dengan beralih ke buku, individu menemukan kenyamanan dan akhirnya menemukan suara mereka sendiri melalui tulisan, yang menggambarkan perjalanan dari kerentanan menuju pemberdayaan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya ekspresi kreatif sebagai alat untuk mengatasi pergumulan pribadi dan menghubungkan dengan kekuatan batin seseorang.