Saya mengadakan pernikahan besar di India, dan saya melakukannya untuk istri saya, dan saya melakukannya untuk teman kulit putih saya.
(I had a huge Indian wedding, and I did it for my wife, and I did it for my white friends.)
Kutipan dari Hasan Minhaj ini menyoroti dinamika kompleks identitas budaya, inklusivitas, dan ekspektasi sosial yang sering kali menyertai perayaan pribadi. Ketika Minhaj menyebutkan mengadakan pernikahan besar di India, itu lebih dari sekedar upacara perkawinan; ini adalah pernyataan tentang warisan, komunitas, dan keinginan untuk menghormati tradisi. Namun, pengakuan selanjutnya bahwa dia melakukannya "demi teman-teman kulit putih saya" mengungkapkan berbagai tekanan dan persepsi masyarakat yang memengaruhi keputusan tersebut.
Di banyak kebudayaan, terutama yang kaya akan tradisi seperti pernikahan di India, upacaranya megah, rumit, dan kaya akan adat istiadat yang telah berusia berabad-abad. Bagi para imigran generasi pertama atau anak-anak imigran, menganut tradisi-tradisi ini dapat menjadi cara untuk terhubung dengan asal usul mereka. Namun, pilihan-pilihan ini sering kali diteliti melalui kacamata lingkungan sosial mereka yang didominasi kulit putih, yang terkadang memandang ekspresi budaya tersebut sebagai sesuatu yang eksotik, mengesankan, atau bahkan performatif.
Keterusterangan Minhaj menyoroti dualitas yang dialami banyak orang—mencoba untuk tetap setia pada warisan budaya mereka sekaligus memenuhi harapan atau persepsi khalayak yang lebih luas dan mainstream. Ada pengakuan mendasar atas ketertarikan masyarakat kulit putih Amerika terhadap dan seringkali pemahaman yang dangkal terhadap budaya India, yang dapat menciptakan rasa kewajiban atau keinginan untuk menunjukkan kebanggaan budaya dengan cara yang dapat diterima atau mengesankan bagi orang-orang di luar komunitas tersebut.
Kutipan ini juga mengolok-olok gagasan identitas sebagai kinerja—menyoroti bagaimana pilihan pribadi dapat terkait dengan validasi masyarakat. Hal ini mendorong refleksi mengenai apakah pilihan tersebut asli atau dipengaruhi oleh validasi eksternal. Pada akhirnya, ini adalah komentar yang lucu namun penuh wawasan tentang identitas multikultural, keinginan untuk diterima, dan cara tradisi budaya terkadang diadaptasi atau dipamerkan untuk menjembatani dunia sosial yang berbeda.