Saya selalu percaya bahwa harus ada semacam wajib militer, tidak harus di militer tetapi untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa kebebasan tidaklah gratis, bahwa setiap orang mempunyai kewajiban terhadap bangsa sebagai sebuah komunitas.
(I have always believed that there ought to be some kind of mandatory national service, not necessarily in the military but to show everybody that freedom isn't free, that everybody has an obligation to the nation as a community.)
Kutipan ini menekankan pentingnya menanamkan rasa tanggung jawab sipil dan kewajiban kolektif di antara warga negara. Gagasan tentang wajib militer, baik militer atau bukan, merupakan pengingat yang kuat bahwa kebebasan yang dinikmati dalam masyarakat demokratis bukannya tanpa konsekuensi. Hal ini memupuk persatuan, disiplin, dan pemahaman yang lebih dalam tentang pengorbanan yang dilakukan oleh mereka yang bertugas melindungi kepentingan nasional. Melibatkan generasi muda dalam pelayanan seperti ini dapat menumbuhkan penghargaan terhadap masyarakat, meningkatkan kohesi sosial, dan mendorong pertumbuhan pribadi yang berakar pada pelayanan kepada orang lain. Yang penting, perspektif ini mengakui bahwa kewarganegaraan melibatkan partisipasi aktif dan komitmen bersama terhadap kesejahteraan bangsa. Dengan mewajibkan adanya layanan, masyarakat dapat menjembatani kesenjangan sosial, memperkuat identitas nasional, dan mengingatkan warga negara bahwa kebebasan mereka terkait dengan tanggung jawab kolektif. Selain itu, beragam bentuk layanan di luar upaya militer, seperti kerja komunitas atau inisiatif sosial, dapat bersifat inklusif dan berkontribusi luas terhadap pembangunan masyarakat. Pada akhirnya, saran ini menyoroti bahwa negara yang kuat tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah tetapi juga pada warga negara yang terlibat dan bertanggung jawab, serta bersedia berkontribusi demi kebaikan bersama.