Saya sengaja meninggalkan hal-hal yang sulit sejak awal karena menurut saya tidak ada gunanya, saya pikir itu adalah gangguan.

Saya sengaja meninggalkan hal-hal yang sulit sejak awal karena menurut saya tidak ada gunanya, saya pikir itu adalah gangguan.


(I intentionally abandoned the hard stuff early on because not only do I think it's useless, I think it's a distraction.)

📖 Seth Godin

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

(0 Ulasan)

Kutipan ini mengajak refleksi atas keputusan strategis yang kita ambil dalam memprioritaskan upaya kita. Seringkali, banyak individu dan organisasi merasa terdorong untuk menyelesaikan tugas yang paling sulit terlebih dahulu, karena percaya bahwa ketekunan melalui kesulitan sama dengan nilai. Namun, perspektif ini bisa menjadi kontraproduktif jika tantangan yang dihadapi mengalihkan perhatian dari kegiatan yang lebih berdampak atau jika kesulitan tersebut tidak sejalan dengan tujuan inti seseorang. Dengan secara sengaja mengesampingkan atau menghindari tugas-tugas berat tertentu, kita dapat menghemat energi mental dan sumber daya untuk melakukan hal-hal yang menghasilkan manfaat lebih besar atau lebih selaras dengan tujuan kita.

Kadang-kadang, kompleksitas dan kesulitan digunakan sebagai alasan untuk menunda-nunda atau menghindari bergerak maju, namun mengetahui kapan sebuah tantangan benar-benar diperlukan dan kapan tantangan itu hanya sekedar gangguan sangatlah penting. Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya kearifan dalam pemilihan tugas—berfokus pada apa yang benar-benar penting daripada apa yang tampak sulit atau mengesankan. Hal ini menunjukkan pola pikir strategis yang menyatakan bahwa tidak semua tugas berat layak untuk dilakukan, terutama ketika kontribusinya terhadap kesuksesan sangat kecil.

Selain itu, hal ini juga sejalan dengan gagasan bahwa menumbuhkan kejelasan tentang prioritas dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih efisien dan efektif. Di dunia yang penuh dengan gangguan, mengetahui kapan harus meninggalkan hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan kita yang lebih besar dapat membebaskan kita untuk berkonsentrasi pada aktivitas bernilai tinggi. Pada akhirnya, keterlibatan selektif semacam ini dapat menghasilkan kemajuan dan kepuasan yang lebih besar, mendorong pendekatan inovatif yang mengabaikan kesulitan-kesulitan yang tidak perlu dan mendukung solusi yang lebih sederhana dan berdampak.

Page views
43
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.