Aku tidak akan pernah kenyang. Saya akan selalu lapar. Tentu saja, saya tidak sedang berbicara tentang makanan. Saat tumbuh dewasa, saya tidak punya apa-apa untuk waktu yang lama. Seseorang memberitahuku sejak lama, dan aku tidak pernah melupakannya, 'Sekali kamu merasa lapar, sungguh, sangat lapar, maka kamu tidak akan pernah kenyang.'

Aku tidak akan pernah kenyang. Saya akan selalu lapar. Tentu saja, saya tidak sedang berbicara tentang makanan. Saat tumbuh dewasa, saya tidak punya apa-apa untuk waktu yang lama. Seseorang memberitahuku sejak lama, dan aku tidak pernah melupakannya, 'Sekali kamu merasa lapar, sungguh, sangat lapar, maka kamu tidak akan pernah kenyang.'


(I'll never, ever be full. I'll always be hungry. Obviously, I'm not talking about food. Growing up, I had nothing for such a long time. Someone told me a long time ago, and I've never forgotten it, 'Once you've ever been hungry, really, really hungry, then you'll never, ever be full.')

📖 Dwayne Johnson

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Aktor

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti dampak mendalam dari pengalaman mengalami kesulitan terhadap pola pikir dan motivasi seseorang. Pembicara menekankan bahwa rasa ketidakpuasan dan dorongan mereka berasal dari perjuangan awal kehidupan, di mana kelangkaan dan kekurangan menjadi aspek yang menentukan keberadaan mereka. Pengalaman seperti ini dapat menumbuhkan rasa lapar yang terus-menerus – bukan rasa lapar yang sebenarnya akan makanan, namun rasa lapar metaforis akan kesuksesan, kepuasan, dan rasa aman. Hal ini menunjukkan bahwa bagi mereka yang telah menghadapi kesulitan yang berat, rasa puas mungkin masih sulit diperoleh karena keinginan untuk mengatasinya masih belum terpuaskan. Pola pikir ini dapat berfungsi sebagai kekuatan motivasi dan sumber ketidakpuasan yang terus-menerus, mendorong individu untuk berusaha lebih keras dan mencapai lebih banyak. Namun, hal ini juga menyoroti beban emosional dari kesulitan, mengungkapkan bagaimana rasa sakit di masa lalu memengaruhi sikap dan ambisi saat ini. Menyadari hal ini dapat menghasilkan empati dan pemahaman yang lebih besar bagi mereka yang terdorong oleh perjuangan di masa lalu, sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya menemukan keseimbangan antara ambisi dan kepuasan. Kutipan tersebut dengan fasih menggambarkan ketangguhan dan semangat tiada henti yang diperlukan untuk terus maju meskipun menghadapi kesulitan, menggambarkan kesulitan sebagai katalis dan bukan penghalang. Pada akhirnya, hal ini menggarisbawahi gagasan bahwa pengalaman masa lalu kita sangat membentuk aspirasi dan persepsi kita tentang kepuasan, mendorong kita untuk mengakui dan merenungkan bagaimana kisah awal kehidupan kita mempengaruhi perjalanan kita selanjutnya.

---Dwayne Johnson---

Page views
30
Pembaruan
Juli 09, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.