Saya seorang perfeksionis. Saya ingin semuanya dilakukan dengan benar. Jika tidak dilakukan dengan benar, saya tidak senang.
(I'm a perfectionist. I want everything done right. When it's not done right, I'm not happy.)
Perfeksionisme dapat mendorong individu untuk memastikan standar tinggi dan kualitas luar biasa dalam pekerjaan mereka. Namun, hal ini juga dapat menimbulkan ketidakpuasan dan frustrasi ketika segala sesuatunya tidak memenuhi standar tersebut. Menyeimbangkan keinginan untuk menjadi yang terbaik dengan menerima ketidaksempurnaan sangat penting untuk menjaga kesejahteraan mental dan produktivitas. Merangkul kesalahan sebagai peluang pembelajaran dapat mendorong pertumbuhan sambil tetap mengejar keunggulan. Kuncinya adalah menemukan keselarasan antara berjuang untuk yang terbaik dan menerima bahwa kesempurnaan tidak selalu bisa dicapai.