Saya takut pada burung merak.
(I'm afraid of peacocks.)
Kutipan ini menyoroti ketakutan tak terduga yang mungkin dimiliki orang, menekankan bahwa ketakutan itu bersifat sangat pribadi dan terkadang tidak logis. Hal ini mengingatkan kita bahwa kecemasan kita bisa bersifat spesifik dan unik, meskipun tampak tidak biasa bagi orang lain. Merangkul ketakutan unik kita memungkinkan penerimaan diri dan empati yang lebih besar terhadap perjuangan orang lain.