Saya senang disebut liberal.
(I'm happy to be called a liberal.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya menerima identitas dan keyakinan seseorang tanpa rasa takut atau malu. Hal ini mencerminkan rasa bangga dalam mendukung nilai-nilai liberal seperti keterbukaan, kesetaraan, dan kemajuan. Terkadang, menerima label seperti itu dapat menantang stereotip atau kesalahan persepsi masyarakat, sehingga mendorong dialog yang jujur dan keaslian pribadi. Hal ini menggarisbawahi gagasan bahwa menyelaraskan diri dengan filosofi politik atau sosial tertentu harus menjadi kebanggaan dan bukan stigma.