Saya memiliki dua rumah yang indah, dan saya selalu setengah berharap polisi akan datang, menangkap saya dengan belas kasih yang kuat, dan mengantar saya keluar.
(I own two beautiful homes, and I'm always half-expecting the cops to pull in, seize me with firm compassion, and escort me out.)
Kutipan ini mencerminkan rasa humor dan ironi tentang harta benda dan persepsi masyarakat. Pembicaranya sepertinya membangkitkan ketegangan antara kesuksesan dan ketakutan akan kehilangannya, menunjukkan kecemasan bawah sadar tentang otoritas dan penilaian. Penggunaan gambaran lucu memperhalus potensi keseriusan dan mengajak pembaca untuk memikirkan bagaimana kepemilikan dan kedudukan sosial terkadang dapat menimbulkan konflik atau ketakutan internal, bahkan ketika harta benda itu berwujud dan berharga.