Saya berbicara dari sudut pandang perempuan kulit hitam, dan itu adalah sudut pandang yang spesifik, namun terkadang ada hal-hal yang ingin saya pahami oleh orang-orang yang mungkin tidak memiliki jalan masuk ke dalam konsep tersebut, jadi saya harus memikirkan bagaimana saya dapat membuka ruang untuk mengajak orang-orang tersebut masuk. Dan hal itu memerlukan keseimbangan.
(I speak from a black woman's perspective, and that's a specific perspective, but sometimes there are things I want to be understood by folks who may not have an entryway into that concept, so I have to think about how I can open the space to bring those people in. And that does require balance.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya menavigasi berbagai identitas dan tanggung jawab untuk mengomunikasikan pengalaman seseorang dengan cara yang memupuk pemahaman. Hal ini menekankan perlunya keseimbangan—menghargai identitas diri sendiri sambil memberikan ruang bagi orang lain untuk belajar dan berempati. Pendekatan seperti ini mendorong inklusivitas dan menjembatani kesenjangan antara perspektif yang berbeda, mendorong dialog dan bukan perpecahan. Hal ini mencerminkan tantangan berkelanjutan yang dihadapi oleh banyak individu dengan pengalaman unik yang berupaya untuk dipahami tanpa mengorbankan keasliannya.