Saya masih tidak mengerti mengapa tag 'pahlawan aksi' mengikuti saya. Film saya memiliki semua elemen ini – romansa, aksi, dan komedi. Tak satu pun dari rangkaian pertarungan karakter saya merupakan tindakan acak. Ada alasan untuk melakukan aksi dalam film saya.
(I still don't understand why the tag of 'action hero' follows me. My films have all these elements - romance, action and comedy. None of the fight sequences of my character is an act of randomness. There's a reason for action in my films.)
Kutipan ini menyoroti keinginan seorang aktor untuk dipahami melampaui label. Hal ini menggarisbawahi betapa terkadang, konteks dan maksud yang lebih luas di balik tindakan seorang karakter dapat diabaikan, sehingga mengarah pada klasifikasi stereotip seperti 'pahlawan aksi'. Aktor ini menekankan keseimbangan berbagai genre dalam filmnya dan menekankan bahwa setiap rangkaian pertarungan memiliki tujuan, dibentuk oleh cerita dan pengembangan karakter, bukan keacakan. Hal ini menunjukkan pentingnya nuansa dalam penceritaan dan perlunya mengenali aspek multidimensi baik dari karakter maupun aktor. Pemahaman seperti ini mengingatkan kita bahwa kategorisasi sering kali menyederhanakan karya kreatif yang kompleks, sehingga berpotensi meremehkan kedalaman dan maksud karya tersebut.