Saya pikir jika tidak ada kekerasan di dunia kita, maka tidak akan ada kekerasan dalam film. Kekerasan adalah bagian dari sifat manusia, dan jelas merupakan bagian yang menyusahkan dari sifat manusia. Anda selalu memiliki tanggung jawab saat menggambarkan kekerasan dalam sudut pandang apa pun yang Anda berikan pada adegan itu.
(I think if there was no violence in our world, there would be no violence in film. Violence is a part of human nature, and obviously it's a troublesome part of human nature. You always have responsibilities when you portray violence in what angle you put down on that scene.)
Kutipan ini menyoroti hubungan inheren antara sifat manusia dan penggambaran kekerasan di media. Laporan ini menekankan bahwa kekerasan merupakan aspek kemanusiaan yang wajar, meskipun menyusahkan. Refleksi ini menggarisbawahi pentingnya penyampaian cerita yang bertanggung jawab, dan menunjukkan bahwa pencipta mempunyai kewajiban moral untuk menangani adegan kekerasan dengan bijaksana untuk menghindari glamorisasi atau dampak buruk yang tidak beralasan. Hal ini menantang penonton dan pembuat film untuk mempertimbangkan bagaimana penggambaran kekerasan mempengaruhi persepsi masyarakat dan perilaku individu. Pada akhirnya, ini berfungsi sebagai pengingat akan sifat kompleks dari naluri manusia dan pertimbangan etis dalam mewakilinya.