Selama masih ada imperialisme di dunia, perdamaian permanen tidak mungkin terjadi.

Selama masih ada imperialisme di dunia, perdamaian permanen tidak mungkin terjadi.


(So long as there is imperialism in the world, a permanent peace is impossible.)

📖 Hassan Nasrallah

 |  👨‍💼 Revolusioner

(0 Ulasan)

Imperialisme, seperti yang disoroti dalam kutipan tersebut, merupakan perwujudan upaya dominasi dan kendali oleh negara-negara kuat terhadap negara lain, sering kali melalui cara-cara ekonomi, politik, atau militer. Kehadirannya yang terus-menerus cenderung menimbulkan konflik, eksploitasi, dan kesenjangan, sehingga upaya mewujudkan perdamaian abadi merupakan tantangan yang berat. Secara historis, tindakan imperialis telah menyebabkan perang, kolonisasi, dan dominasi budaya, sehingga menumbuhkan kebencian dan perlawanan di antara masyarakat yang ditaklukkan. Siklus dominasi dan pemberontakan ini melanggengkan ketidakstabilan, karena struktur yang menindas menolak penyelesaian secara damai. Sebaliknya, dunia yang bebas dari ambisi imperialistik terutama akan berfokus pada kerja sama, saling menghormati, dan pembangunan yang adil, sehingga membuka jalan bagi perdamaian sejati. Untuk mencapai negara seperti itu tidak hanya diperlukan pembongkaran sistem hegemonik namun juga pergeseran kolektif ke arah menghargai kedaulatan dan penentuan nasib sendiri. Perspektif ini menggarisbawahi pentingnya mengatasi ketidakseimbangan kekuasaan dalam skala global untuk menumbuhkan komunitas internasional yang berkelanjutan dan harmonis. Hal ini juga mendorong kita untuk merefleksikan dinamika geopolitik saat ini dan mempertimbangkan apakah upaya untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh akan berkelanjutan atau akan menyebabkan konflik berkepanjangan. Pada akhirnya, perdamaian yang berakar pada kesetaraan dan keadilan tampaknya merupakan satu-satunya perdamaian abadi yang dapat bertahan, namun masih sulit dicapai di era yang didominasi oleh dorongan imperialis. Pemahaman akan hal ini membantu memotivasi upaya menuju dekolonisasi, gerakan anti-imperialis, dan hubungan internasional yang adil, sebagai langkah penting untuk memutus siklus konflik abadi yang disebabkan oleh imperialisme.

Page views
138
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.