Saya pikir cara saya suka berbicara tentang iman saya adalah melalui cerita saya karena saya pikir kadang-kadang hanya itulah yang harus kami upayakan. Menurut saya, ini adalah cara yang paling mengharukan untuk membagikan kisah Anda - adalah apa yang Anda ketahui, apa yang telah Anda lihat, dengar, cicipi, dan rasakan.
(I think the way I love talking about my faith is through my story because I think that's all we have to work with sometimes. I think it's the most moving way to share your story, too - is what you know, what you've seen and heard and tasted and felt.)
Kutipan ini menyoroti kekuatan penceritaan pribadi sebagai sarana mendalam untuk berbagi iman. Hal ini menggarisbawahi bahwa pengalaman individu kita—hal-hal yang kita lihat, dengar, rasakan, dan rasakan—adalah alat yang berharga untuk menjalin hubungan dan pemahaman. Dengan menceritakan kisah kita, kita dapat menyampaikan keaslian keyakinan kita dan menginspirasi orang lain. Hal ini mengingatkan kita bahwa berbagi yang tulus sering kali berdampak paling dalam ketika berakar pada pengalaman hidup kita sendiri, menjadikan iman dapat diakses dan dihubungkan.