Saya telah terpesona oleh Machiavelli sejak saya masih sangat muda. Saya selalu merasa bahwa dia mendapat reputasi buruk dalam sejarah, dan bahwa dia sebenarnya adalah orang yang sangat berbeda dengan apa yang sekarang kita anggap sebagai Machiavellian. Dia adalah seorang republikan. Dia tidak menyukai pemerintahan totaliter.
(I've been fascinated by Machiavelli since I was very young. I've always felt that he had a bad rap from history, and that he was actually a person quite unlike what we now think of as Machiavellian. He was a republican. He disliked totalitarian government.)
Kutipan ini menyoroti perspektif yang berbeda tentang Machiavelli, menantang persepsi umum tentang dia sebagai ahli strategi politik yang licik dan kejam. Hal ini mengingatkan kita bahwa tokoh-tokoh sejarah sering kali disalahpahami atau disederhanakan, dan bahwa keyakinan serta motivasi mereka yang sebenarnya bisa jadi lebih kompleks daripada yang dikesankan oleh stereotip populer. Mengakui cita-cita republik Machiavelli dan meremehkan totalitarianisme mendorong apresiasi yang lebih seimbang terhadap tulisan dan filosofinya. Hal ini juga mendorong refleksi tentang bagaimana sejarah dapat membentuk persepsi, yang terkadang tidak adil, dan menggarisbawahi pentingnya mengeksplorasi sumber-sumber asli untuk memahami karakter dan niat seseorang yang sebenarnya.