Saya tidak pernah memiliki sponsor kit. Saya mendapatkan perlengkapan yang dikirimkan kepada saya oleh sebuah perusahaan tetapi mereka tidak mau mengontrak saya dengan kesepakatan yang tepat. Ini membuat frustrasi.

Saya tidak pernah memiliki sponsor kit. Saya mendapatkan perlengkapan yang dikirimkan kepada saya oleh sebuah perusahaan tetapi mereka tidak mau mengontrak saya dengan kesepakatan yang tepat. Ini membuat frustrasi.


(I've never had a kit sponsor. I get kit sent to me by a company but they wouldn't sign me on a proper deal. It's frustrating.)

📖 Kadeena Cox

🌍 Inggris

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti tantangan-tantangan yang sering diabaikan yang dihadapi para atlet di luar performa mereka di lapangan. Mendapatkan kesepakatan sponsorship merupakan aspek penting dalam karier atlet profesional, yang memengaruhi visibilitas, stabilitas keuangan, dan akses terhadap sumber daya. Meskipun berbakat dan berdedikasi, banyak atlet menghadapi kerumitan negosiasi sponsorship. Rasa frustrasi yang diungkapkan oleh pembicara menyoroti kesenjangan yang ada antara kemampuan seorang atlet dan pengakuan atau dukungan komersial dari merek. Patut dicatat bahwa sang atlet menerima perlengkapan – yang bermanfaat – namun tidak memiliki stabilitas kesepakatan sponsorship formal. Situasi seperti ini menggarisbawahi pentingnya menyadari bahwa kesuksesan atletik bukan semata-mata soal bakat; sisi bisnis dan pemasaran olahraga sama pentingnya. Para atlet sering kali harus melakukan advokasi bagi diri mereka sendiri untuk mendapatkan perhatian sponsor, yang dapat menjadi tantangan dan terkadang melemahkan semangat, terutama ketika upaya mereka tidak menghasilkan kemitraan yang berarti. Kutipan ini juga meningkatkan kesadaran tentang kesenjangan dalam peluang sponsorship, yang dapat bergantung pada faktor-faktor seperti visibilitas media, daya jual, dan kekuatan negosiasi atlet. Bagi para atlet yang sedang naik daun atau yang terpinggirkan, kesenjangan dukungan seperti ini bisa sangat mengecewakan, sehingga mempengaruhi semangat dan motivasi. Lebih jauh lagi, situasi ini memberikan contoh perbincangan yang lebih luas mengenai keadilan dan kesetaraan dalam olahraga, terutama mengenai bagaimana atlet dihargai dan didukung. Pada akhirnya, sponsorship lebih dari sekedar branding; mereka sangat penting untuk mempertahankan karier banyak atlet dan memungkinkan mereka untuk fokus hanya pada olahraga mereka. Rasa frustrasi yang terjadi di sini merupakan pengingat akan kebutuhan yang terus berlanjut untuk menciptakan lebih banyak peluang dan struktur dukungan yang adil bagi semua atlet—terlepas dari status atau visibilitas mereka saat ini.

Page views
138
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.