Saya ingin jujur kepada para anggota tentang apa yang dapat saya tawarkan, dan saya tidak ingin ikut serta dalam kampanye kepemimpinan yang menjanjikan hal-hal yang saya tahu tidak dapat dicapai atau sangat tidak praktis untuk diperkenalkan.
(I want to be very honest with members about what I can offer, and I don't want to run in a leadership campaign promising things that I know are unachievable or would be very impractical to try to introduce.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya kejujuran dan transparansi dalam kepemimpinan. Dengan menetapkan ekspektasi yang realistis dan menghindari janji yang berlebihan, seorang pemimpin menumbuhkan kepercayaan dan kredibilitas di antara anggota. Hal ini menggarisbawahi nilai integritas dibandingkan retorika, menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif berakar pada keaslian dibandingkan janji-janji yang diidealkan. Pendekatan seperti ini dapat menghasilkan kemajuan yang lebih berkelanjutan dan dukungan tulus dari para pemangku kepentingan.