Saya ingin mempertahankan gelar Inggris saya, namun tak seorang pun berani melawan saya.
(I wanted to defend my British Title but no one would step up to fight me.)
Kutipan ini menyoroti tantangan yang terkadang dihadapi para atlet di luar keterampilan atau persiapan—masalah kesiapan dan kemauan berkompetisi. Hal ini mencerminkan keinginan untuk bersaing dan membuktikan diri, disandingkan dengan potensi kurangnya lawan yang bersedia menghadapi tantangan. Situasi seperti ini dapat membuat frustasi namun juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja seseorang dan mencari peluang baru. Hal ini menggarisbawahi pentingnya ketahanan dan ketidakpastian yang melekat dalam olahraga kompetitif, mengingatkan kita bahwa kesuksesan sering kali tidak hanya melibatkan mengatasi lawan, tetapi juga hambatan logistik atau psikologis.