Saya bersekolah di Duke, yang merupakan... sekolah Lima Teratas. Bukan perguruan tinggi komunitas. Tapi terserah.
(I went to Duke, which is... a Top Five school. Not community college. But whatever.)
Kutipan ini secara lucu menyoroti kebanggaan pembicara untuk kuliah di universitas bergengsi seperti Duke, menekankan peringkatnya yang tinggi dibandingkan dengan community college. Nada santai dan kalimat 'Tapi terserahlah' menunjukkan sikap santai, mungkin menyiratkan bahwa pembicara tidak merasa perlu terus-menerus menyombongkan sekolahnya, atau bahwa mereka mengakui pentingnya kerendahan hati. Hal ini juga menyentuh persepsi masyarakat terhadap institusi pendidikan dan penekanan yang terkadang tidak perlu pada pemeringkatan. Secara keseluruhan, film ini menggabungkan humor dengan refleksi halus tentang identitas dan nilai pendidikan.