Jika saya harus melakukannya lagi. . . Saya tidak akan mengubah apa pun. ' . . Ekspresi terakhir dari narsisme, gerakan terakhir dari ucapan selamat diri.

Jika saya harus melakukannya lagi. . . Saya tidak akan mengubah apa pun. ' . . Ekspresi terakhir dari narsisme, gerakan terakhir dari ucapan selamat diri.


(If I had it to do all over again . . . I wouldn't change a thing.'. . . the final expression of narcissism, the last gesture of self-congratulation.)

πŸ“– Steve Erickson

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Novelis

πŸŽ‚ April 20, 1950
(0 Ulasan)

Dalam "The Sea Come In at Midnight," penulis Steve Erickson menyajikan gagasan bahwa merefleksikan pilihan masa lalu sering mengungkapkan lapisan kepentingan diri yang lebih dalam. Kutipan, "Jika saya harus melakukannya lagi ... Saya tidak akan mengubah apa pun," merangkum bentuk narsisme, menunjukkan bahwa untuk menegaskan seseorang tidak akan mengubah jalan hidup mereka pada akhirnya berfungsi untuk mengangkat diri sendiri di atas pengalaman mereka. Perspektif ini mendorong pemeriksaan kritis tentang bagaimana kita melihat keputusan dan kesalahan masa lalu kita. Ia berbicara kepada pengakuan bahwa setiap pilihan, terlepas dari hasilnya, membentuk identitas individu, namun juga dapat menandakan keengganan untuk menghadapi kompleksitas pilihan -pilihan tersebut. Erickson mengundang pembaca untuk mempertimbangkan implikasi dari pengucapan diri sambil menavigasi permadani kehidupan yang rumit.

Dalam "The Sea Come In at Midnight," penulis Steve Erickson menyajikan gagasan bahwa merefleksikan pilihan masa lalu sering mengungkapkan lapisan kepentingan diri yang lebih dalam. Kutipan, "Jika saya harus melakukannya lagi ... Saya tidak akan mengubah apa pun," merangkum bentuk narsisme, menunjukkan bahwa untuk menegaskan seseorang tidak akan mengubah jalan hidup mereka pada akhirnya berfungsi untuk mengangkat diri sendiri di atas pengalaman mereka.

Perspektif ini mendorong pemeriksaan kritis tentang bagaimana kita melihat keputusan dan kesalahan masa lalu kita. Ia berbicara kepada pengakuan bahwa setiap pilihan, terlepas dari hasilnya, membentuk identitas individu, namun juga dapat menandakan keengganan untuk menghadapi kompleksitas pilihan -pilihan tersebut. Erickson mengundang pembaca untuk mempertimbangkan implikasi dari pengucapan diri sambil menavigasi permadani kehidupan yang rumit.

Page views
145
Pembaruan
Oktober 26, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.