Jika karya adaptasinya bagus, bukunya harus tetap menjadi buku dan filmnya harus tetap menjadi film, dan Anda tidak perlu membaca buku untuk menonton filmnya. Jika Anda memang membutuhkannya, itu berarti kegagalan. Itulah yang saya pikirkan.

Jika karya adaptasinya bagus, bukunya harus tetap menjadi buku dan filmnya harus tetap menjadi film, dan Anda tidak perlu membaca buku untuk menonton filmnya. Jika Anda memang membutuhkannya, itu berarti kegagalan. Itulah yang saya pikirkan.


(If it's a good work of adaptation, the book should remain a book and the film should remain a film, and you should not necessarily read the book to see the film. If you do need that, then that means that it's a failure. That is what I think.)

📖 Marjane Satrapi

 |  👨‍💼 Artis

(0 Ulasan)

Adaptasi adalah bentuk seni unik yang menjembatani dua medium—sastra dan sinema—yang masing-masing memiliki kosa kata dan kekuatannya masing-masing. Jika dilakukan dengan matang, adaptasi film dapat menyempurnakan cerita aslinya, menawarkan kekayaan visual dan pendengaran yang melengkapi kata-kata tertulis. Namun, seperti yang disarankan dalam kutipan tersebut, adaptasi yang berhasil harus berdiri sendiri secara independen dari materi sumbernya. Jika pemirsa merasa perlu membaca bukunya untuk memahami atau mengapresiasi film tersebut sepenuhnya, hal ini mungkin berarti bahwa adaptasi tersebut gagal menangkap esensi, cita rasa, atau pesan inti dari karya aslinya. Perspektif ini menekankan penghormatan terhadap kedua medium sebagai bentuk seni yang berbeda dengan kapasitas ekspresi yang unik. Film yang diadaptasi dengan baik menghormati sumbernya tetapi juga menerjemahkannya ke dalam bahasa yang sesuai untuk sinema, menghindari sekadar replikasi adegan atau dialog. Sebaliknya, adaptasi yang sangat bergantung pada keakraban pembaca dengan bukunya berisiko menjadi dangkal atau tidak lengkap. Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik mengenai tujuan adaptasi: haruskah adaptasi tersebut bertujuan untuk mereplikasi sumbernya dengan setia, berfungsi sebagai penafsiran ulang, atau berdiri sendiri sebagai karya independen? Mencapai keseimbangan antara loyalitas dan kreativitas sangatlah penting. Jika berhasil, adaptasi film dapat memperkenalkan cerita kepada khalayak yang lebih luas, menginspirasi interpretasi baru, dan menambah perbincangan budaya tanpa mengurangi aslinya. Secara keseluruhan, kutipan ini menggarisbawahi bahwa adaptasi membutuhkan tingkat penguasaan—di mana media dihormati, dan setiap bentuk dibiarkan berkembang dengan caranya sendiri—sehingga integritas buku dan filmnya tetap terjaga.

Page views
47
Pembaruan
Juni 22, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.