Jika mereka ingin berpesta dan melakukan semua hal yang aku katakan membawakanku kesedihan dalam laguku, dengan laguku sebagai soundtracknya... biarlah.
(If they want to party and do all the things I say brought me sadness in my song, with my song as the soundtrack... so be it.)
Kutipan ini mencerminkan rasa penerimaan dan bahkan mungkin sedikit kepasrahan tentang perasaan sedih pribadi yang terkait dengan keinginan untuk kebebasan atau ekspresi diri. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun orang lain mungkin mencari kegembiraan dalam berpesta atau melakukan aktivitas tanpa beban, lanskap emosional pembicara sendiri lebih kompleks. Menggunakan musik sebagai soundtrack menyiratkan bahwa seni dan narasi pribadi berfungsi sebagai saluran untuk memproses emosi tersebut. Hal ini menggarisbawahi pentingnya menerima perasaan sebenarnya meskipun perasaan tersebut berbeda dengan penampilan luar atau harapan masyarakat.