Faktanya, saya tidak pernah membayangkan bahwa tujuh tahun setelah cobaan berat yang saya alami, gerakan #MeToo akan dimulai dan saya akan membicarakannya lagi. Ini hanyalah karma. Dibakar telah menyutradarai enam film, padahal saya tidak mendapatkan film apa pun setelah tuduhan saya diumumkan ke publik.
(In fact, I had never imagined that seven years after my ordeal, the #MeToo movement will start and that I will be talking about it all over again. This is nothing but karma. Dibakar has directed six films, even though I didn't get any films after I went public with my allegations.)
Kutipan ini menyoroti bagaimana pemberdayaan dan kesadaran yang ditimbulkan oleh gerakan #MeToo dapat mengungkap permasalahan lama dan pengalaman pribadi yang sebelumnya tersembunyi atau diabaikan. Pembicara merefleksikan ironi menghadapi dampak setelah bersuara, menekankan dinamika kompleks keadilan, karma, dan perubahan masyarakat. Hal ini juga menyentuh kesulitan yang dihadapi oleh para korban di industri hiburan dan bagaimana gerakan sosial yang signifikan dapat membawa pengakuan dan tantangan pribadi. Perjalanan pribadi yang terjalin dengan perubahan sosial yang lebih besar menunjukkan bagaimana keberanian dapat membentuk narasi, bahkan di tengah kemunduran.