Dalam pandangan saya, penggunaan kekuatan mematikan yang ditargetkan paling tidak kontroversial jika menggunakan landasan hukum yang paling kuat dan tradisional. Misi penting militer AS adalah menangkap atau membunuh musuh. Tentara telah melakukan ini selama ribuan tahun. Sebagai bagian dari konflik bersenjata yang disetujui Kongres, landasannya bahkan lebih kuat lagi.

Dalam pandangan saya, penggunaan kekuatan mematikan yang ditargetkan paling tidak kontroversial jika menggunakan landasan hukum yang paling kuat dan tradisional. Misi penting militer AS adalah menangkap atau membunuh musuh. Tentara telah melakukan ini selama ribuan tahun. Sebagai bagian dari konflik bersenjata yang disetujui Kongres, landasannya bahkan lebih kuat lagi.


(In my view, targeted lethal force is at its least controversial when it is on its strongest, most traditional legal foundation. The essential mission of the U.S. military is to capture or kill an enemy. Armies have been doing this for thousands of years. As part of a congressionally authorized armed conflict, the foundation is even stronger.)

📖 Jeh Johnson

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menggarisbawahi perspektif lama mengenai keterlibatan militer dan pertimbangan moral seputar kekuatan mematikan yang ditargetkan. Dokumen ini menekankan bahwa legitimasi penggunaan kekuatan mematikan pada dasarnya berakar pada kepatuhan terhadap kerangka hukum yang sudah ada, khususnya kerangka hukum yang disahkan oleh Kongres dalam konteks konflik bersenjata. Secara historis, tentara ditugaskan dengan tujuan menetralisir ancaman melalui penangkapan atau penghancuran, sebuah praktik yang telah berlangsung selama ribuan tahun dan tertanam dalam sifat peperangan. Argumen tersebut menyatakan bahwa ketika tindakan militer sesuai dengan standar hukum yang diakui, terutama dalam konteks otorisasi pada masa perang, maka sifat kontroversial tindakan tersebut akan berkurang. Hal ini mengingatkan kita bahwa legalitas memberikan batasan penting yang membedakan operasi militer yang sah dan tindakan yang melanggar hukum. Namun, hal ini juga mengundang perenungan terhadap isu-isu seperti implikasi etis dari kekerasan yang mematikan, ketepatan dan kendala operasi yang ditargetkan, dan pentingnya akuntabilitas. Meskipun legalitas dapat melegitimasi tindakan tertentu di mata negara dan tradisi militer, legalitas tidak semata-mata menentukan kebenaran moral. Keseimbangan antara kebutuhan militer dan pertimbangan etis masih rumit dan rumit, terutama di era teknologi maju dan strategi peperangan yang terus berkembang. Pada akhirnya, kutipan tersebut menganjurkan kerangka kerja di mana pembunuhan yang ditargetkan dibenarkan tidak hanya karena kebutuhan strategis namun juga karena kepatuhan terhadap prinsip-prinsip hukum yang serius, sehingga memperkuat bahwa tindakan tersebut, jika diizinkan dengan benar, kecil kemungkinannya untuk dianggap kontroversial atau tidak dapat dibenarkan.

Page views
32
Pembaruan
Agustus 03, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.