Di zaman kita, tidak ada yang namanya 'menjauhi politik'. Semua isu adalah isu politik, dan politik itu sendiri adalah kumpulan kebohongan, penghindaran, kebodohan, kebencian dan skizofrenia.
(In our age there is no such thing as 'keeping out of politics.' All issues are political issues, and politics itself is a mass of lies, evasions, folly, hatred and schizophrenia.)
George Orwell dengan tajam menangkap kemahahadiran dan keniscayaan politik dalam kehidupan kontemporer. Penegasannya bahwa "tidak ada yang namanya 'menjauhi politik'" menantang anggapan bahwa individu dapat tetap netral atau tidak terpengaruh oleh wacana dan keputusan politik. Setiap isu, mulai dari isu yang tampaknya bersifat pribadi hingga isu sosial secara luas, memiliki implikasi politik, sehingga menyoroti pengaruh politik yang luas terhadap semua aspek kehidupan kita.
Penggambaran Orwell tentang politik sebagai "kumpulan kebohongan, penghindaran, kebodohan, kebencian, dan skizofrenia" menawarkan perspektif yang tajam dan sinis mengenai sifat sistem dan perilaku politik. Hal ini menggarisbawahi ketidakpercayaan dan kekecewaan mendalam yang dirasakan banyak orang terhadap aktor dan institusi politik. Penggunaan kata "skizofrenia" secara metaforis menunjukkan adanya fragmentasi atau dualitas dalam realitas politik—di mana narasi-narasi yang kontradiktif muncul berdampingan, dan konsistensi sering kali dikorbankan demi keuntungan strategis.
Kutipan ini mengundang refleksi tentang keterlibatan pribadi dengan politik. Hal ini mendorong pembaca untuk mempertimbangkan kembali keyakinan bahwa pelepasan diri (disengagement) adalah hal yang mungkin atau bahkan diinginkan, karena setiap aspek masyarakat dan kehidupan pribadi dapat dipengaruhi oleh kekuatan politik, kebijakan, dan dinamika kekuasaan. Selain itu, kritik Orwell mengingatkan kita akan perlunya kewaspadaan, pemikiran kritis, dan mungkin skeptisisme terhadap pesan dan aktor politik karena seringnya terjadi penipuan dan manipulasi.
Pada akhirnya, kata-kata Orwell mendorong kesadaran bahwa politik bukan hanya sebuah arena yang jauh atau terspesialisasi, namun merupakan bagian kehidupan manusia yang meresap dan kompleks, menuntut kesadaran dan partisipasi yang bijaksana bahkan di tengah ketidaksempurnaannya.