Di masa lalu, lebih mudah untuk memercayai keefektifan diri sendiri. Jika saya bekerja keras, dengan rekan-rekan yang baik dan ide-ide bagus, kita bisa membuat perbedaan. Tapi sekarang, saya benar-benar meragukan hal itu.

Di masa lalu, lebih mudah untuk memercayai keefektifan diri sendiri. Jika saya bekerja keras, dengan rekan-rekan yang baik dan ide-ide bagus, kita bisa membuat perbedaan. Tapi sekarang, saya benar-benar meragukan hal itu.


(In the past, it was easier to believe in my own effectiveness. If I worked hard, with good colleagues and good ideas, we could make a difference. But now, I sincerely doubt that.)

📖 Margaret J. Wheatley

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

(0 Ulasan)

Kutipan ini mencerminkan rasa kekecewaan mendalam yang sering kali menyertai perubahan dalam keadaan masyarakat, organisasi, atau pribadi. Pembicara mengenang masa ketika kepercayaan terhadap upaya, kolaborasi, dan kecerdikan dibenarkan, dan perubahan yang berdampak tampaknya dapat dicapai melalui upaya kolektif. Perspektif seperti ini mengajak kita untuk mempertimbangkan bagaimana kepercayaan terhadap kemampuan kita dapat terkikis ketika kita menghadapi tantangan kompleks yang tampaknya tidak dapat diatasi atau ketika hambatan sistemik menghambat kemajuan yang berarti.

Peralihan dari pandangan penuh harapan ke keraguan mungkin disebabkan oleh berbagai faktor—ketidakpastian ekonomi, ketidakstabilan politik, perpecahan masyarakat, atau perubahan teknologi yang cepat yang melemahkan jalur tradisional menuju kesuksesan. Transisi ini sering kali menyebabkan individu mempertanyakan hak pilihan mereka dan efektivitas upaya kolaboratif secara keseluruhan. Perasaan seperti itu biasa terjadi, terutama ketika upaya perubahan yang dilakukan berulang kali tidak memenuhi harapan, sehingga menimbulkan skeptisisme bahwa upaya yang dilakukan saat ini mungkin akan sia-sia.

Namun, sentimen ini juga menyoroti pentingnya ketahanan dan kemampuan beradaptasi. Mengenali momen-momen keraguan sangatlah penting bagi pertumbuhan; hal ini mendorong kita untuk mengevaluasi kembali pendekatan kita, mencari solusi baru, atau mengubah perspektif. Pengakuan akan berkurangnya keyakinan tidak berarti pengunduran diri, melainkan sebuah ajakan untuk mengeksplorasi cara-cara baru untuk memberikan dampak. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana organisasi dan individu dapat terhubung kembali dengan tujuan dan kepercayaan, meskipun ada ketidakpastian.

Dalam konteks yang lebih luas, kutipan ini juga mendorong refleksi terhadap struktur masyarakat—apakah kita secara kolektif kehilangan kepercayaan terhadap sistem yang dirancang untuk mendorong perubahan? Atau apakah kita perlu mendefinisikan kembali seperti apa efektivitas dan kesuksesan dalam realitas kita saat ini? Ungkapan ini menggarisbawahi tantangan universal: menjaga harapan dan motivasi di tengah meningkatnya keraguan, menekankan bahwa meskipun keraguan dapat mengurangi kepercayaan diri, keraguan juga dapat menjadi katalisator bagi inovasi dan pembaharuan.

Page views
46
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.