Mustahil, sama mustahilnya dengan membangkitkan orang mati, memulihkan segala sesuatu yang pernah menjadi hebat atau indah dalam arsitektur. Apa yang telah saya tekankan sebagai kehidupan keseluruhan, semangat yang hanya diberikan melalui tangan dan mata pekerja, tidak akan pernah dapat diingat kembali.
(It is impossible, as impossible as to raise the dead, to restore anything that has ever been great or beautiful in architecture. That which I have insisted upon as the life of the whole, that spirit which is given only by the hand and eye of the workman, can never be recalled.)
Kutipan John Ruskin sangat menyentuh esensi unik yang tertanam dalam karya arsitektur dan keahlian yang tak tergantikan di baliknya. Restorasi, meskipun sering kali dilakukan dengan tujuan mulia, pada dasarnya terbatas. Ruskin menekankan gagasan bahwa semangat intrinsik arsitektur yang hebat—apa yang mengangkatnya lebih dari sekedar konstruksi menjadi karya seni yang hidup dan bernafas—berada secara unik dalam karya asli penciptanya. Semangat ini bukan sekedar materi; itu tertangkap di tangan dan mata para pengrajin, dalam zaman, budaya, dan inspirasi mereka. Berbeda dengan benda fisik, roh ini tidak dapat dikumpulkan kembali atau dihidupkan kembali begitu saja setelah hilang. Sama seperti ketidakmungkinan membangkitkan orang mati, esensi hidup asli dari sebuah mahakarya tetap berada di luar jangkauan selamanya setelah kehancurannya atau degradasi yang signifikan. Perspektif ini mendorong rasa hormat yang mendalam terhadap pelestarian dibandingkan restorasi, dan mendesak masyarakat dan individu untuk melindungi warisan arsitektur sebelum kerusakan terjadi. Perspektif ini juga mengajak kita untuk mempertimbangkan kembali pendekatan kita terhadap pembaruan dalam segala bentuk— menyadari bahwa beberapa kerugian tidak dapat diubah dan bahwa penciptaan otentik lebih dari sekedar penjumlahan dari bagian-bagiannya. Kata-kata Ruskin bergema tidak hanya dalam arsitektur tetapi juga secara universal, memperkuat nilai orisinalitas dan sifat kreativitas manusia yang tak tergantikan yang diwujudkan dalam karya pada momen tertentu dalam sejarah.