Bukan suatu kebetulan bahwa tempat yang rentan untuk menciptakan konflik antara tatanan pemikiran dominan dan orang-orang yang ingin mengutarakan pendapat mereka secara bebas adalah kampus, di mana kaum konservatif merasa kalah jumlah dan tertindas oleh sistem pendidikan tinggi yang percaya pada kebebasan akademik bagi saya, bukan bagi Anda.

Bukan suatu kebetulan bahwa tempat yang rentan untuk menciptakan konflik antara tatanan pemikiran dominan dan orang-orang yang ingin mengutarakan pendapat mereka secara bebas adalah kampus, di mana kaum konservatif merasa kalah jumlah dan tertindas oleh sistem pendidikan tinggi yang percaya pada kebebasan akademik bagi saya, bukan bagi Anda.


(It is no accident that the place that lends itself to creating conflicts between the dominant order of thought and people who want to speak their minds freely is the college campus, where conservatives feel outnumbered and crushed by a system of higher education that believes in academic freedom for me, not for thee.)

πŸ“– Ben Domenech

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ January 1, 1982
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti paradoks yang sering diamati dalam institusi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi idealnya berfungsi sebagai benteng pemikiran bebas, debat terbuka, dan eksplorasi intelektual. Namun, dalam praktiknya, bias politik dan ideologi dapat memengaruhi iklim kampus, sehingga mengarah pada penindasan terhadap sudut pandang tertentu, baik yang dirasakan maupun yang nyata. Pernyataan bahwa kaum konservatif merasa kalah jumlah dan kewalahan menggarisbawahi gagasan bahwa budaya kampus yang ada mungkin tidak selalu mengakomodasi perspektif yang berbeda secara setara. Hal ini mengundang refleksi mengenai apakah lingkungan akademis benar-benar menjunjung tinggi prinsip kebebasan berpendapat untuk semua atau apakah lingkungan tersebut terkadang mencerminkan bias dari norma budaya dominan mereka. Dinamika seperti ini dapat menghambat dialog konstruktif, menghambat perkembangan pemikiran kritis, dan menciptakan rasa keterasingan di antara perspektif yang berbeda dari arus utama. Menyadari ketegangan ini sangat penting dalam membina kampus yang benar-benar menjunjung tinggi cita-cita kebebasan akademik. Institusi pendidikan harus berusaha untuk menciptakan ruang di mana berbagai sudut pandang dapat hidup berdampingan secara hormat dan di mana mahasiswa dan dosen sama-sama merasa diberdayakan untuk mengekspresikan keyakinan mereka tanpa takut dipinggirkan. Mengatasi konflik-konflik ini memerlukan introspeksi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pendidikan tinggi tetap menjadi tempat penyelidikan terbuka dan dialog yang beragam, yang pada akhirnya memperkaya lingkungan akademis dan masyarakat secara luas. Kutipan tersebut menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana kampus dapat menyeimbangkan keberagaman ideologi dengan lebih baik sambil menjaga ruang diskusi yang saling menghormati dan terbuka.

Page views
209
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.