Sangat mudah untuk memikirkan apa yang telah terjadi, luka yang terlewat, tapi pada akhirnya saya akan menjadi kesal, marah, dan depresi tentang berbagai hal. Jadi Anda tidak bisa melakukan itu.
(It's so easy to dwell on what has happened, the missed cuts, but I would end up being upset, angry and depressed about things. So you can't do that.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya fokus pada masa kini dan masa depan daripada memikirkan kesalahan atau kemunduran di masa lalu. Dengan memilih untuk tidak memikirkan peluang yang terlewatkan, seseorang dapat menjaga ketahanan mental dan mencegah emosi negatif seperti kemarahan dan depresi. Pola pikir yang tercermin di sini mendorong penerimaan dan kemajuan, yang penting dalam lingkungan kompetitif dan pertumbuhan pribadi. Hal ini berfungsi sebagai pengingat bahwa terus mengingat masa lalu dapat menghambat kemajuan, dan menerapkan sikap berwawasan ke depan dapat membawa pada kesejahteraan emosional dan kesuksesan yang lebih baik.