Menjadi orang yang mampu menembakkan anak panah kecil ke sapi suci dan menjatuhkan politisi dari jabatannya, mewaspadai kemunafikan, mengadvokasi segala hal mulai dari keadilan sosial hingga perdamaian.

Menjadi orang yang mampu menembakkan anak panah kecil ke sapi suci dan menjatuhkan politisi dari jabatannya, mewaspadai kemunafikan, mengadvokasi segala hal mulai dari keadilan sosial hingga perdamaian.


(It's to be a person who's able to shoot little arrows into sacred cows and knock politicians off their pedestals, to look out for hypocrisy, advocate for all sorts of things from social justice to peace.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini menekankan pentingnya berpikir kritis dan keberanian moral. Ia menganjurkan untuk menantang norma-norma masyarakat, lembaga-lembaga, dan tokoh-tokoh otoritas yang mungkin dilindungi oleh tradisi atau sikap berpuas diri. Dengan “menembakkan anak panah ke sapi suci”, pembicara menyoroti perlunya mempertanyakan asumsi dan mengungkap kemunafikan. Seruan untuk mengadvokasi keadilan sosial dan perdamaian menggarisbawahi komitmen terhadap perubahan positif dan integritas. Pola pikir seperti ini mendorong individu untuk bersikap proaktif dalam menghadapi ketidakadilan, mendorong transparansi dan akuntabilitas, bahkan ketika hal itu berarti bertentangan dengan kepercayaan populer atau entitas yang berkuasa.

Page views
0
Pembaruan
Januari 10, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.