Uang bisa saja menyala, namun ia tidak dapat terbakar dengan sendirinya dan untuk jangka waktu yang lama.
(Money may kindle, but it cannot by itself, and for very long, burn.)
Kutipan dari Igor Stravinsky ini dengan tajam menggambarkan kekuatan uang yang bersifat sementara dan dangkal. Dengan menggunakan metafora api, Stravinsky menyatakan bahwa uang dapat menyulut atau memicu sesuatu — seperti bagaimana menyalakan api. Namun, uang saja tidak memiliki kualitas yang melekat untuk mempertahankan atau memupuk semangat, kreativitas, atau kemajuan yang berarti dari waktu ke waktu. Api dalam konteks ini melambangkan vitalitas, energi, dan komitmen abadi yang tidak dapat dipicu oleh uang saja. Wawasan ini mendorong kita untuk merefleksikan fondasi kesuksesan, pencapaian, dan kegembiraan yang lebih dalam. Kekayaan materi, meskipun penting atau berguna dalam banyak konteks, tidaklah cukup tanpa tujuan, visi, atau motivasi intrinsik. Hal ini menantang persepsi umum masyarakat bahwa uang adalah sumber utama kebahagiaan atau kekuasaan, dan menunjukkan perannya hanya sebagai katalisator, bukan sebagai inti dari pemenuhan kebutuhan jangka panjang. Secara praktis, kutipan ini mengingatkan kita untuk mencari dan mengembangkan aspek kehidupan yang menopang dan memberi energi pada kita di luar kemampuan finansial — seperti gairah, nilai-nilai, hubungan, dan kreativitas. Uang mungkin memicu minat atau memulai suatu proyek, namun api pencapaian atau kepuasan yang abadi berasal dari faktor internal dan non-materi. Ini adalah ajakan untuk menyeimbangkan ambisi finansial dengan hubungan yang lebih dalam dengan apa yang benar-benar memupuk semangat dan tujuan kita.