Anak-anak saya hidup di lingkungan yang berbeda dengan lingkungan saya sewaktu kecil. Mereka punya keistimewaan yang tidak saya miliki saat kecil, tapi mereka punya kelemahan. Mereka tidak terlalu sering melihat ibu mereka. Mereka melihat ancaman yang didapat. Mereka tinggal di rumah yang dilengkapi tombol panik, dan saya harus mengajari mereka tentang keselamatan.
(My kids live in a different environment than I did as a child. They've got privileges I didn't have as a child, but they have disadvantages. They don't see their mum as much. They see the threats that one gets. They live in a house where they've got panic buttons, and I've had to teach them about safety.)
Kutipan ini menyoroti kompleksitas yang dihadapi keluarga modern. Meskipun memiliki akses terhadap lebih banyak hak istimewa dan langkah-langkah keamanan, anak-anak juga dihadapkan pada ancaman baru dan jarak emosional, seperti berkurangnya waktu bersama orang tua dan meningkatnya kesadaran akan bahaya. Hal ini menggarisbawahi bagaimana perubahan sosial berdampak pada pengalaman masa kanak-kanak, memadukan perlindungan dengan bentuk-bentuk risiko baru. Penekanan pada pendidikan keselamatan mencerminkan pendekatan proaktif dalam mengasuh anak, yang bertujuan untuk membekali anak-anak dengan alat yang mereka perlukan dalam lingkungan yang selalu berubah.