Ibuku, Nellie, membelikanku rosario di gereja. Saya tidak menggunakannya untuk berdoa sebelum kompetisi. Aku hanya akan berdoa seperti biasa pada diriku sendiri, tapi aku menyimpannya untuk berjaga-jaga.
(My mom, Nellie, got me a rosary at church. I don't use it to pray before a competition. I'll just pray normally to myself, but I have it there in case.)
Kutipan ini menyoroti pendekatan yang sangat pribadi terhadap spiritualitas dan persiapan untuk momen-momen penting, seperti kompetisi. Pembicara mengakui hadiah dari ibu mereka, yaitu rosario—alat tradisional Katolik yang digunakan untuk berdoa dan meditasi. Namun, alih-alih mengandalkan rosario sebagai jimat ritual, penuturnya memilih bentuk doa yang lebih informal dan intim, menekankan hubungan pribadi daripada formalitas. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa kekuatan spiritual atau emosional berasal dari dalam, bukan dari objek atau rutinitas eksternal. Hal ini juga menunjukkan bagaimana iman dan keyakinan dapat terwujud secara diam-diam—terkadang secara diam-diam dan secara pribadi, bukan secara kasat mata atau secara seremonial.
Kehadiran rosario yang bersifat melindungi "berjaga-jaga" menandakan penghormatan terhadap tradisi dan keterbukaan untuk mencari dukungan saat dibutuhkan, meskipun itu bukan praktik standar. Sikap ganda ini—menghargai tradisi dan keaslian pribadi—dapat diterima oleh banyak orang yang menyeimbangkan adat istiadat yang diwariskan dengan individualitas mereka sendiri. Selain itu, kutipan tersebut menggambarkan peran yang sering dimainkan oleh anggota keluarga dalam mendukung kita, tidak hanya melalui pemberian nyata namun juga melalui transmisi iman dan kepedulian.
Singkatnya, kata-kata tersebut menekankan keseimbangan antara tradisi dan keyakinan pribadi, serta kekuatan tenang yang ditemukan dalam ritual pribadi. Hal ini membangkitkan tema universal tentang bagaimana orang mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk menghadapi tantangan, menyoroti bahwa objek eksternal dapat menjadi simbol namun pada akhirnya, keyakinan dan pola pikir pribadilah yang benar-benar memberdayakan kita.
---Simone Biles---