Memberi nama adalah hak istimewa akal dan merupakan hak para penindas. Kami memanggil untuk menjinakkan dan melukai; untuk menghormati orang besar, orang mati, dan diri kita sendiri.

Memberi nama adalah hak istimewa akal dan merupakan hak para penindas. Kami memanggil untuk menjinakkan dan melukai; untuk menghormati orang besar, orang mati, dan diri kita sendiri.


(Naming is a privilege of reason and the province of bullies. We name to tame and to maim; to honor the great, the dead, and ourselves.)

πŸ“– Jane Leavy

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti tindakan pemberian nama yang kuat dan sering kali kontroversial. Hal ini menunjukkan bahwa memberi nama pada sesuatu adalah proses yang rasional, namun hal ini juga dapat disalahgunakan untuk melakukan kontrol atau dominasi, seperti penindasan. Pemberian nama membentuk persepsi dan dapat menghormati atau merugikan. Saat kita memberi nama, kita memberikan makna, namun kita juga bertanggung jawab atas bagaimana makna tersebut memengaruhi orang lain. Hal ini mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nama yang kita berikan dan cerita yang kita promosikan, menyadari bahwa bahasa mempunyai pengaruh lebih dari sekedar label. Hal ini mendorong kita untuk merenungkan bagaimana pemberian nama dapat menjadi tindakan penghormatan atau alat penindasan, mendorong kesadaran akan bobot yang ditanggung oleh kata-kata kita.

Page views
0
Pembaruan
Januari 16, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.