Nietzsche menyatakan bahwa kejeniusannya ada pada lubang hidungnya dan menurut saya itu adalah tempat yang sangat tepat untuk itu.
(Nietzsche claimed that his genius was in his nostrils and I think that is a very excellent place for it to be.)
—Federico Fellini— Kutipan lucu ini menyoroti pentingnya persepsi dan intuisi, menunjukkan bahwa kejeniusan sejati sering kali terletak pada naluri dan pengalaman indrawi. Dengan menempatkan wawasan di lubang hidung, Fellini dengan humor menekankan pentingnya mencium ide dan inspirasi daripada hanya mengandalkan pemikiran rasional. Hal ini mengingatkan kita bahwa kreativitas dapat berasal dari indera dasar kita dan terkadang, naluri yang tajam sama pentingnya dengan analisis logis dalam mengejar kesuksesan.