Tentu saja, dengan bertambahnya jumlah pesawat, seseorang memperoleh peluang yang lebih besar untuk menembak jatuh musuhnya, namun pada saat yang sama, kemungkinan untuk menembak jatuh dirinya sendiri juga meningkat.

Tentu saja, dengan bertambahnya jumlah pesawat, seseorang memperoleh peluang yang lebih besar untuk menembak jatuh musuhnya, namun pada saat yang sama, kemungkinan untuk menembak jatuh dirinya sendiri juga meningkat.


(Of course, with the increasing number of aeroplanes one gains increased opportunities for shooting down one's enemies, but at the same time, the possibility of being shot down one's self increases.)

📖 Manfred von Richthofen

🌍 Jerman

🎂 May 2, 1892  –  ⚰️ April 21, 1918
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti sifat bermata dua dari kemajuan teknologi dan strategis, khususnya dalam peperangan. Ketika umat manusia memperkenalkan alat-alat penyerangan yang lebih canggih, seperti pesawat terbang, hal ini pasti akan memperbesar peluang keberhasilan dan risiko yang ada. Dalam konteks pertempuran udara, lebih banyak pesawat berarti lebih banyak peluang untuk terlibat dan berpotensi mengalahkan lawan, sehingga memungkinkan terjadinya operasi militer yang lebih agresif dan efektif. Namun, hal ini disertai dengan bahaya bawaan yang timbul seiring dengan meningkatnya paparan—lebih banyak pesawat di langit juga berarti lebih besar kemungkinan menjadi sasaran dan ditembak jatuh. Hal ini mencerminkan prinsip yang lebih luas yang terlihat di berbagai bidang dimana kemajuan mengarah pada pemberdayaan potensi dan peningkatan kerentanan.

Metaforanya lebih dari sekadar peperangan, selaras dengan tema-tema seperti inovasi, teknologi, dan kemajuan. Setiap kali alat atau sistem baru dikembangkan, hal tersebut dapat mengubah lanskap secara dramatis, menciptakan keuntungan namun juga tantangan dan ancaman baru. Hal ini menekankan pentingnya pemikiran strategis, kehati-hatian, dan pemahaman risiko dalam mencapai kemajuan. Kutipan tersebut secara implisit menganjurkan keseimbangan ambisi dengan manajemen risiko yang bijaksana, dengan menyadari bahwa setiap tindakan dan inovasi memerlukan biaya yang memerlukan pertimbangan cermat.

Lebih jauh lagi, pengamatan ini merangkum kebenaran universal tentang persaingan dan evolusi—kemajuan jarang memberikan manfaat secara sepihak; hal ini sering kali melibatkan penimbangan keuntungan dibandingkan potensi kemunduran. Dalam pengertian masyarakat yang lebih luas, hal ini mengingatkan kita bahwa setiap lompatan ke atas sering kali disertai dengan serangkaian bahaya, sehingga upaya mencapai kemajuan merupakan upaya yang memerlukan kebijaksanaan dan pandangan jauh ke depan.

Page views
43
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.