Peluang dilewatkan oleh kebanyakan orang karena berpakaian terusan dan terlihat seperti pekerjaan.
(Opportunity is missed by most people because it is dressed in overalls and looks like work.)
Kutipan dari Thomas A. Edison ini menyoroti kebenaran mendalam tentang sifat manusia dan persepsi kita tentang peluang. Seringkali, orang-orang mencari peluang yang datang dalam balutan kemewahan atau kesederhanaan, mengharapkan kesuksesan akan diberikan kepada mereka dengan mudah. Namun, Edison mengingatkan kita bahwa peluang nyata sering kali terwujud dalam bentuk kerja keras dan usaha yang gigih. Metafora mengenai peluang mengenakan 'baju terusan' dengan jelas menggambarkan bahwa bekerja keras bukan sekadar alat untuk mencapai tujuan, namun sering kali merupakan inti dari peluang itu sendiri.
Dalam masyarakat yang serba cepat saat ini, terdapat kecenderungan untuk mencari jalan pintas, kemenangan cepat, dan kepuasan instan. Kutipan ini berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa sikap seperti itu dapat membutakan kita terhadap jalan sejati menuju kesuksesan, yang seringkali tidak mudah atau langsung membuahkan hasil. Kerja keras menuntut ketahanan, disiplin, dan konsistensi – sifat-sifat yang banyak dihindari karena terlihat menakutkan atau tidak menarik. Namun, penerapan kualitas-kualitas ini sering kali menghasilkan pencapaian yang bermakna dan bertahan lama.
Bercermin lebih jauh, kutipan ini juga mengajak kita untuk mengubah pola pikir. Daripada menolak keras tantangan yang ada dalam pekerjaan, kita bisa memilih untuk melihatnya sebagai pintu gerbang menuju kemajuan dan pertumbuhan. Pergeseran perspektif ini tidak hanya memungkinkan kita mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang, namun juga membantu mengembangkan sifat-sifat yang berharga melebihi kesuksesan apa pun — ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan integritas.
Intinya, wawasan Edison mendorong kita untuk menghargai nilai ketekunan. Kesediaan kita untuk terlibat dengan tugas-tugas yang menuntut pada akhirnya menentukan kemampuan kita untuk mengenali dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di hadapan kita, terlepas dari betapa sederhananya 'keseluruhan' itu.