Politik adalah seni terbaik berikutnya.
(Politics is the art of the next best.)
Kutipan ini menyoroti sifat pragmatis politik, menekankan bahwa keputusan politik sering kali melibatkan pemilihan opsi yang paling dapat diterima atau layak yang tersedia saat ini, dibandingkan solusi ideal atau sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa para politisi harus menavigasi realitas yang kompleks dan melakukan kompromi, serta selalu mengincar hasil terbaik sesuai dengan kondisi yang ada. Menyadari hal ini dapat menumbuhkan pemahaman realistis tentang proses politik dan mengurangi ekspektasi, mendorong kesabaran dan penyelesaian masalah yang pragmatis. Oleh karena itu, politik menjadi upaya terus-menerus untuk memperbaiki apa yang bisa dicapai, menyeimbangkan cita-cita dengan keterbatasan praktis.