Relationality {is} tidak hanya {a} deskriptif atau fakta historis dari pembentukan kita, tetapi juga dimensi normatif yang berkelanjutan dari kehidupan sosial dan politik kita, di mana kita terpaksa mengambil stok saling ketergantungan kita.


(Relationality {is} not only {a} descriptive or historical fact of our formation, but also an ongoing normative dimension of our social and political lives, one in which we are compelled to take stock of our interdependence.)

πŸ“– Judith Butler

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Filsuf

(0 Ulasan)

Judith Butler, dalam bukunya "Lifeous Life: The Powers of Mourning and Violence," menekankan bahwa relasionalitas lebih dari sekadar aspek historis dari identitas kita. Ini memainkan peran berkelanjutan dalam membentuk pengalaman sosial dan politik kita. Konsep ini mendesak kita untuk mengakui koneksi dan ketergantungan yang kita bagikan dengan orang lain, menyoroti pentingnya memahami hubungan kita dalam konteks masyarakat yang lebih luas.

Butler berpendapat bahwa mengenali saling ketergantungan kita sangat penting untuk menavigasi kompleksitas kehidupan modern. Kesadaran akan relasionalitas ini tidak hanya menginformasikan pemahaman kita tentang diri kita sendiri tetapi juga memaksa kita untuk terlibat dengan penuh pertimbangan dengan orang lain. Dengan merefleksikan koneksi kita, kita dapat menanggapi tantangan yang kita hadapi secara lebih baik secara kolektif, menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan solidaritas yang lebih dalam.

Page views
344
Pembaruan
Januari 28, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.