'Menyederhanakan' undang-undang perpajakan merupakan prioritas terutama bagi orang-orang yang memiliki cukup uang untuk menghindari pembayaran pajak, dan yang menghasilkan uang dengan cara yang tidak lazim sehingga penghindaran pajak menjadi mungkin dan diinginkan.
('Simplifying' the tax code is a priority mainly for people who make enough money to want to avoid paying taxes, and who make their money by means unorthodox enough to make avoiding taxes possible and desirable.)
Kutipan ini menyoroti potensi kemunafikan dalam upaya politik untuk 'menyederhanakan' peraturan perpajakan. Seringkali, inisiatif-inisiatif semacam ini hanya melayani kepentingan orang-orang kaya, yang mendapatkan keuntungan dari celah dan struktur kompleks yang memungkinkan mereka meminimalkan pajak. Alih-alih menangani keadilan perpajakan secara universal, upaya-upaya ini justru dapat menguntungkan pihak-pihak yang memiliki sumber daya dan kecerdikan untuk mengeksploitasi sistem yang ada saat ini. Kritik ini menggarisbawahi pentingnya meneliti kepentingan siapa yang diprioritaskan ketika membahas reformasi perpajakan, dan mengingatkan kita bahwa kesederhanaan tidak boleh mengorbankan kesetaraan dan transparansi untuk semua kelompok pendapatan.