Kritikus adalah orang yang lebih menyukai kelambanan berpendapat daripada uji coba tindakan.
(The critic is a man who prefers the indolence of opinion to the trials of action.)
Kutipan ini menyoroti perbedaan antara mereka yang mengkritik dari jauh dan mereka yang bersedia terlibat langsung dalam menghadapi tantangan. Kritikus sering kali menghindari ketidaknyamanan dan upaya yang diperlukan dalam penciptaan atau tindakan nyata, dan memilih penilaian yang dangkal. Meskipun kritik memang ada tempatnya, ketergantungan yang berlebihan pada opini dapat menghambat pertumbuhan dan inovasi. Terlibat dalam tindakan menuntut ketahanan, keberanian, dan ketekunan—kualitas yang mungkin dihindari oleh para kritikus. Pada akhirnya, kemajuan datang dari mereka yang bersedia berpartisipasi secara aktif, bukan sekadar mengamati dan menilai.