Fakta bahwa apa yang kita yakini tentang pernikahan - bahwa pernikahan harus dilakukan antara pria dan wanita - dan bahwa kita pro-kehidupan, entah bagaimana menjadi radikal? Mengapa demikian? Itu karena budaya kita telah berubah. Namun kenyataannya adalah, budaya dapat berubah, orang-orang berubah, namun Firman Tuhan tidak pernah berubah, dan itulah yang mendasari sistem kepercayaan kita.

Fakta bahwa apa yang kita yakini tentang pernikahan - bahwa pernikahan harus dilakukan antara pria dan wanita - dan bahwa kita pro-kehidupan, entah bagaimana menjadi radikal? Mengapa demikian? Itu karena budaya kita telah berubah. Namun kenyataannya adalah, budaya dapat berubah, orang-orang berubah, namun Firman Tuhan tidak pernah berubah, dan itulah yang mendasari sistem kepercayaan kita.


(The fact that what we believe about marriage - that it should be between a man and a woman - and that we're pro-life, somehow that becomes radical? Why is that? It's because our culture has changed. But the truth is, culture may change, people change, but the Word of God never changes, and that's what we rest our belief system on.)

📖 Robert Jeffress

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menekankan konsistensi prinsip-prinsip alkitabiah di tengah perubahan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kebenaran moral dan spiritual, seperti pernikahan dan kehidupan, berakar pada doktrin ketuhanan yang tidak berubah, berbeda dengan norma budaya yang bersifat sementara. Pembicaranya menganjurkan keteguhan dalam nilai-nilai berbasis agama, terlepas dari tekanan masyarakat atau perubahan sudut pandang. Pandangan seperti ini mendorong orang-orang percaya untuk mempertahankan keyakinan mereka dan mengakui hakikat kebenaran rohani yang bertahan lama dibandingkan tren budaya.

Page views
0
Pembaruan
Januari 16, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.