Masa depan adalah seratus ribu benang, tapi masa lalu adalah kain yang tidak akan pernah bisa ditenun kembali.
(The future is a hundred thousand threads, but the past is a fabric that can never be rewoven.)
Kutipan tersebut mencerminkan kompleksitas waktu, menunjukkan bahwa masa depan penuh dengan kemungkinan dan pilihan, direpresentasikan sebagai benang merah yang dapat mengarah ke berbagai arah. Setiap rangkaian melambangkan jalur atau hasil potensial, yang menunjukkan potensi dan ketidakpastian tentang apa yang akan datang.
Sebaliknya, masa lalu diibaratkan sebagai kain yang tetap dan tidak dapat diubah. Hal ini menyampaikan gagasan bahwa begitu suatu peristiwa terjadi, peristiwa itu menjadi bagian yang tidak dapat diubah dari pengalaman kita. Penjajaran ini menyoroti ketegangan antara fleksibilitas keputusan di masa depan dan kelanggengan tindakan di masa lalu.