Kitab Suci Perjanjian Baru penuh dengan referensi tentang kejahatan iblis, namun pada umumnya kita mengabaikannya. Saya pikir ini karena gagasan kita tentang keselamatan adalah bahwa Kristus mati di kayu salib untuk membayar hutang dosa kita kepada Bapa-Nya.
(The New Testament Scriptures are full of references to the malice of the devil, but we generally overlook them. I think this is because our idea of salvation is that Christ died on the cross to pay His Father the debt for our sins.)
Kutipan ini menekankan pentingnya mengenali pengaruh iblis yang terus berlanjut seperti yang digambarkan dalam Perjanjian Baru. Hal ini menantang kita untuk melihat keselamatan bukan semata-mata sebagai tindakan transaksional kematian Kristus namun sebagai bagian dari pertempuran rohani yang lebih besar yang melibatkan kekuatan ilahi dan jahat. Memahami peran iblis memperkaya pemahaman kita akan ajaran Alkitab dan menyoroti pentingnya kewaspadaan rohani. Seringkali, kepercayaan tradisional tentang keselamatan berfokus secara sempit pada pengorbanan Kristus, sehingga berpotensi terlalu menyederhanakan realitas kompleks peperangan rohani. Merangkul perspektif yang lebih luas ini dapat memperdalam keimanan dan mendorong umat beriman untuk tetap sadar akan kehadiran kejahatan yang terus-menerus, sehingga mendorong pendekatan yang lebih komprehensif terhadap pertumbuhan dan perlindungan spiritual.